Sabtu, 30 Juli 2011

Merubah Tampilan Logo BIOS


Catatan: Segala cara yang dituliskan di artikel ini adalah hasil dari uji coba, yang telah penulis lakukan, dan diterapkan di lebih dari satu komputer. Meskipun demikian, jika anda mengalami kegagalan atau kerusakan dalam bentuk apapun, adalah resiko anda sendiri. Penulis tidak dapat dikenakan tanggungjawab karenanya.

Yang dimaksud logo BIOS di sini bukanlah logo UKM BIOS, tapi gambar kecil yang muncul pada sisi kanan atas monitor, ketika komputer anda sedang melakukan POST (Power On Self Test) atau gampangnya, saat komputer booting. Pada keadaan defaultnya, gambar yang muncul adalah seperti ini :

Gambar asli logo BIOS Award

Pernahkah terbersit di pikiran anda untuk mengganti gambar tersebut dengan gambar favorit anda ? atau paling tidak dengan ucapan ‘Hello World’ anda ?

Artikel ini bukan merupakan satu-satunya cara untuk mengganti logo BIOS, karena banyak sekali cara yang dapat digunakan untuk meng’hack’ logo BIOS, dan artikel ini juga terbatas pada BIOS Award saja. Untuk BIOS AMI, Phoenix atau yang lainnya, penulis belum dapat menemukan referensinya. Dan alasan yang paling tepat adalah karena penulis belum menemukan komputer dengan BIOS selain Award di lingkungan sendiri, setiap komputer di sini berisi BIOS Award. Ada sih teman yang punya BIOS AMI, tapi komputernya selalu digunakan, jadi ndak bisa dipinjam. Hiks.

Hal penting yang harus diperhatikan adalah fungsi BIOS pada komputer. Artikel ini tidak membahas mengenai apa dan bagaimana BIOS (Basic Input/Output System), karena memang hal itu di luar keahlian penulis, itu urusannya anak HIC. Yang dimaksud dengan kata penting adalah, bahwa jika anda mengalami kegagalan dalam manipulasi BIOS, maka kemungkinan terbesar adalah komputer anda tewas.

Maka, pikir dua kali sebelum terjadi.

Kenali Dirimu Oleh Dirimu Sendiri

Sebelum melangkah lebih jauh, anda terlebih dulu harus mengetahui versi BIOS anda. Yang masih tampak beredar sampai saat ini adalah Award versi 4 dan versi 6. Sedangkan versi 5 penulis tidak pernah tahu. Seperti nasibnya versi IP Address ya? J

Anda diharuskan tahu versi BIOS karena cara dan ‘alat’ yang digunakan untuk memanipulasi BIOS berbeda. Cara untuk mengetahui versi BIOS anda, paling mudah adalah dengan program SiSoft Sandra, atau dengan utility motherboard anda.

Sedangkan cara yang murah adalah dengan melihat teks yang muncul pada baris paling atas di monitor anda ketika komputer sedang POST (Booting).

Sebagai contoh, jika teks yang muncul adalah sebagai berikut :

Award Modular BIOS v6.00PG, An Energy Star Ally

Copyright (C) 1984-2000, Award Software, Inc.

Maka BIOS tersebut adalah versi 6 (perhatikan baris pertama kata ketiga).

Jika yang muncul adalah v4.5, maka itu termasuk versi 4.

Untuk BIOS di luar versi tersebut, baik yang lebih lama atau yang lebih baru, maka penulis tidak dapat memberikan komentar, hanya sedikit masukan, bahwa dalam dunia komputer, biasanya produk yang lebih baru akan dapat menangani produk yang lebih lama. Namun hal tersebut tidak dapat dijadikan sandaran.

Langkah Pertama Menentukan Sejarah

Karena yang akan dirubah adalah data pada BIOS, maka syarat wajib yang harus terpenuhi adalah, kita harus memiliki data BIOS. Banyak sumber untuk mendapatkan data BIOS, bisa download dari internet, atau dari teman yang mempunyai koleksi BIOS. Yang harus diperhatikan adalah versi dan merk BIOS harus sama dengan yang sedang dipakai. Memang ada kasus yang membuktikan bahwa motherboard yang sebelumnya mempunyai BIOS Award dapat diganti BIOSnya dengan AMI. Untuk kasus semacam itu penulis tidak paham, karena minimnya pengetahuan elektronik dan microcontroller yang dimiliki penulis.

Demi lancarnya semua kegiatan, sangat dianjurkan untuk memiliki data yang sama dengan BIOS kita saat ini.

Cara yang paling aman sebenarnya adalah dengan men’download’ data di BIOS kita sendiri. Untuk itu kegiatan pertama yang harus dilakukan adalah mengambil data di BIOS.

Untuk mengambil data BIOS dari komputer, dibutuhkan sebuah program dari Award sendiri, yaitu AWDFLASH.EXE.

Jalankan program ini pada DOS REAL-MODE dengan tanpa memory manager, atau restart dan masuk ke Command Prompt Only. Memang program ini bisa dijalankan pada DOS-nya Windows, namun akan memberikan hasil yang belum tentu sepenuhnya benar.

Cara Penggunaan :

awdflash

Pada baris input “File Name to Program”, kosongkan saja dan tekan enter. Ketika ada pertanyaan “Do You Want To Save Bios (Y/N)”, tekan “Y” dan berikan nama file untuk menyimpan data BIOS. Misalnya BIOS.BIN (untuk selanjutnya kita gunakan nama ini).

Setelah proses pengambilan data dan penyimpanan selesai, maka akan tercipta sebuah file dengan nama BIOS.BIN. Demi keamanan, maka backuplah data ini, sehingga jika terjadi kerusakan, maka dapat dikembalikan data yang asli. Bahkan untuk lebih aman lagi, kopilah data backup ke disket yang bootable.

Jalankan perintah :

copy BIOS.BIN BIOSASLI.BAK

Pada file bernama BIOS.BIN inilah manipulasi akan dilakukan.

Lain Ladang Lain Rumputnya

Pada bagian ini, kita akan memisahkan pembahasan antara BIOS versi 4 dan versi 6. Diharapkan anda punya kebijaksanaan untuk memilih mana yang paling sesuai dengan BIOS milik anda.

Versi 4

Perlu diketahui bahwa data BIOS jika baru saja di’download’ masih dalam keadaan terkompres. Untuk mengekstraknya, gunakan program MODBIN.EXE.

Cara mengekstrak yaitu, jalankan MODBIN.EXE di direktori yang sama dengan file BIOS.BIN, kemudian loadlah file BIOS.BIN, tidak usah lakukan apa-apa, lalu simpan, dan keluar dari program. Maka akan tercipta satu file baru, ORIGINAL.TMP, yaitu data BIOS yang sudah terekstrak. Cukup sederhana.

Untuk memanipulasi gambar, jalankan CONVERT.EXE melalui Windows 9x. Jangan dari DOS. Load-lah file ORIGINAL.TMP.

Tapi tunggu… Pada BIOS versi 4 terdapat dua kemungkinan, yaitu apakah gambar dipack terpisah dari ORIGINAL.TMP atau tidak. Jika dipack bersama dengan ORIGINAL.TMP, penggantian gambar dapat menggunakan utility CONVERT.EXE. Tapi jika gambar tidak dipack dalam ORIGINAL.TMP, maka dibutuhkan program lain, yaitu CBROM.EXE.

Untuk mengetahui apakah gambar dipack bersama ORIGINAL.TMP atau tidak, dapat dilihat dengan menggunakan program CONVERT.EXE. Jika program ini berhasil membuka file ORIGINAL.TMP, berarti gambar BIOS memang ada di situ. Tapi jika error, berarti gambar disimpan terpisah.

Jika anda menggunakan program CONVERT.EXE dan tidak dapat membuka file ORIGINAL.TMP, maka lupakanlah program itu. Karena dia tidak dapat membantu, dan anda harus menggunakan program CBROM.EXE. Yang pembahasannya akan dilakukan setelah CONVERT.EXE.

Kemungkinan Pertama

Kita mulai dengan jika gambar dipack bersama ORIGINAL.TMP, yaitu ketika anda sukses me-load file tersebut melalui CONVERT.EXE, maka akan muncul tampilan seperti ini:

Pada sisi kiri, adalah gambar dengan format EPA, juga gambar biru kecil di bawahnya. Di sisi sebelah kanan, adalah tempat di mana gambar BMP yang akan anda buat.

Langkah manipulasi gambar cukup sederhana:

1. Klik gambar pada sisi kiri untuk meng-copy gambar ke clipboard.
2. Buka program Paintbrush/Paint/Adobe Photoshop/Fireworks (atau bitmap editor lainnya). Paste di situ, lalu editlah sesuai dengan keinginan. Tambahkan juga NRP anda ;p
3. Setelah selesai diedit, masukkan gambar ke clipboard (copy), sesuai dengan ukurannya (136 x 84 pixels).
4. Kembali ke program CONVERT.EXE, lalu klik di kotak sisi kanan (yang kosong) untuk mem-paste gambar dari clipboard.
5. Lakukan hal yang sama terhadap gambar kecil biru pada bagian bawah.
6. Simpan, dan keluar.

Dari langkah di atas, maka gambar pada file ORIGINAL.TMP telah terubah. Tugas selanjutnya adalah mengembalikan bentuk ter-ekstrak ORIGINAL.TMP ke dalam bentuk ter-kompres BIOS.BIN. Untuk melakukan ini diperlukan suatu trik, yang membutuhkan fasilitas multitaskingnya Windows. Thanks Bill.

1. Rubah nama file ORIGINAL.TMP menjadi nama lain, misal BARU.TMP
2. Jalankan program MODBIN dari Windows. (Masuk Explorer dan doubleclick MODBIN.EXE). Kali ini jangan dari DOS.
3. Load file BIOS.BIN melalui MODBIN.EXE dan jangan lakukan apapun pada program ini.
4. Saat MODBIN sedang berjalan, kembali ke jendela Explorer.
5. Hapus file ORIGINAL.TMP yang baru saja diciptakan oleh MODBIN.
6. Rubah nama file BARU.TMP ke nama file ORIGINAL.TMP.
7. Kembali ke program MODBIN yang sedang berjalan.
8. Pilih menu “Update File”, lalu keluar program.

Melalui proses tersebut, file BIOS.BIN telah terisi gambar logo yang telah terubah. Tugas terakhir adalah meng-upload data BIOS.BIN ke ROM-BIOS. Langkah untuk upload akan dibahas pada bagian selanjutnya.

Dengan program MODBIN ini juga dapat dilakukan perubahan string/teks pada BIOS. Langkahnya sederhana. Jalnkan program MODBIN lalu load file BIOS.BIN. Rubah teks-teks yang anda temukan sesuka anda, kemudian simpan dan keluar.

Kemungkinan Kedua

Jika program CONVERT.EXE tidak dapat membuka file ORIGINAL.TMP, berarti perubahan gambar harus dilakukan dengan program CBROM.EXE, dengan bantuan program BMP2EPA.

Langkah-langkahnya adalah seperti ini:

1. Buat gambar bitmap dengan ukuran 136 x 126 dengan warna monokrom (hitam putih thok).
2. Simpan dengan nama file LOGO.BMP.
3. Rubah gambar BMP menjadi EPA dengan perintah :

bmp2epa LOGO.BMP LOGO.EPA

4. Edit gambar sesuai dengan keinginan, lalu simpan dengan F10, kemudian keluar.
5. Jika ingin mengedit ulang, lakukan perintah :

bmp2epa /L LOGO.EPA

6. Masukkan gambar EPA ke dalam BIOS.BIN dengan perintah :

cbrom BIOS.BIN /epa LOGO.EPA

Langkah di atas memasukkan gambar ke dalam file BIOS.BIN. Setelah itu baru kemudian file BIOS.BIN di-upload. Langkah upload berada di pembahasan berikutnya.

BIOS Versi 6

Untuk BIOS versi 6, yang penulis ketahui adalah gambar BIOS dipack terpisah dalam file BIOS, sehingga dapat digunakan program CBROM6.EXE untuk memanipulasi gambar. Perlu diketahui bahwa format EPA yang digunakan pada BIOS 6 adalah EPA versi 2, sehingga tidak lagi digunakan program BMP2EPA di atas. Penulis menggunakan program EPACoder versi 1.52 oleh Sergey Nikolayev dan Artur Prokopiuk. Program ini selain mudah digunakan juga murni freeware. Dapat menangani EPA versi 1 dan versi 2.

Program CBROM yang digunakan juga mempunyai versi berbeda, yaitu CBROM6.EXE.

Dengan program EPACoder, kita dapat merubah gambar BMP menjadi format EPA.

Buatlah file BMP dengan dimensi 136x84 pixel atau 136x126 dalam mode 16 color (bukan 16 bit), gunakan PaintBrush atau apapun. Simpan gambar BMP tersebut, misalnya dengan nama LOGO.BMP, kemudian jalankan program EPACoder. Lakukan Open BMP dan klik pada tombol BMP >> EPA, lalu simpan dengan nama file LOGO.EPA.

Contoh gambar bitmap 136x84 16 color

Setelah mendapatkan file EPA, dibutuhkan program CBROM6.EXE untuk memasukkan gambar tersebut ke file BIOS.BIN. Caranya adalah dengan perintah :

CBROM6 BIOS.BIN /epa LOGO.EPA.

Dari langkah di atas sebenarnya tugas perubahan logo sudah selesai, dan dapat dilakukan langkah upload. Namun jika anda ingin merubah string/teks pada file BIOS.BIN, dapat dilakukan dengan program MODBIN6.EXE.

Jalankan program MODBIN6.EXE, kemudian load file BIOS.BIN. Ingat, file BIOS.BIN harus satu direktori dengan MODBIN6.EXE.

Anda akan menemui banyak pilihan dalam program ini. Penulis tidak akan membahas semua pilihan, karena langkah tersebut sangatlah rawan, dan sangat mungkin tidak dibutuhkan. Perubahan yang penulis anjurkan adalah pada pilihan Change BIOS Message, yang ditampilkan pada setiap booting. Masuk pada pilihan ini, dan anda akan diberi kesempatan untuk merubah teks tersebut. Silakan dirubah sesuka hati, misalnya : “Selamat Datang di Komputer Keramat”.

Panjang pengisian dibatasi oleh lebar ruang inputan, sehingga tidak mungkin melebihi panjang dari yang diijinkan.

Perubahan kedua adalah pada pilihan Edit Setup Screen. Pada pilihan ini akan muncul bentuk tree yang berisi susunan menu pada BIOS Setup. Anda dapat menjelajahi susunan teks ini dengan tombol panah. Untuk merubah teks, anda tinggal menekan ENTER, dan akan muncul kotak perubahan.

Setelah perubahan selesai, tekan F2 untuk menyimpan, kemudian keluar. Langkah selanjutnya adalah melakukan upload.

Langkah Upload

Ini adalah langkah yang paling kritis. Lakukan pada mode DOS REAL MODE dan kosongkan memori dari program-program residen, termasuk program memory manager.

Pastikan listrik tidak akan mati selama proses upload. Jika anda tahu PLN sebentar lagi mematikan listrik, JANGAN lakukan langkah ini.

Atau jika Stavoltnya pinjam dan akan segera diambil, mending kembalikan dulu dan pinjam dari yang lain.

Jalankan program AWDFLASH.EXE pada direktori di mana BIOS.BIN berada. Ketika diminta nama file input, masukkan BIOS.BIN, lalu ENTER. Jika ditanya apakah data BIOS akan disimpan, jawab “N” untuk tidak menyimpan.

Kemudian akan dilakukan proses FLASH yang memakan waktu beberapa detik. Setelah selesai, restart-lah komputer anda. Jika kemudian anda melihat tanda kehidupan pada monitor anda, berarti perubahan BIOS telah sukses. Selamat deh.

Namun jika layar monitor anda tetap berwarna hitam, maka jangan panik, karena penulis juga pernah mengalaminya. Perubahan telah gagal, dan komputer anda menjadi seonggok besi tua.

Waduh…

Untuk menangani hal semacam ini, setahu penulis terdapat tiga kemungkinan :

1. Pengisian Ulang

Langkah inilah yang paling sering dilakukan, yaitu mengisi ulang Chipset BIOS dengan file BIOS cadangan, menggunakan suatu alat pengisi. Biasanya toko/reparasi elektronik memilikinya. Alat tersebut juga sering dipakai untuk mengisi EEPROM. Anda dapat meminta bantuan mereka yang punya alat tersebut, dengan membawa chipset BIOS anda beserta file BIOS.BIN cadangan pada disket. Berarti anda harus melepas chipset BIOS. Jika anda ragu-ragu, lebih baik jika anda membawa sekalian casingnya.

Perlu diperhatikan, setahu penulis untuk motherboard keluaran INTEL dan MSI, BIOSnya mempunyai bentuk chipset yang berbeda. BIOS biasanya berbetuk persegi panjang, tapi untuk INTEL dan MSI (mungkin ada yang lain?) chipsetnya berbentuk bujursangkar, dan disolder dengan motherboardnya, gak bisa dicabut (kecuali nekat). Penulis sudah berkeliling Malang untuk mencari alat yang dapat mengisi chipset yang berbentuk bujursangkar, dan ternyata tidak ada. Penulis menganjurkan untuk melakukan recovery dengan langkah 3.

Setelah chipset BIOS diisi dengan BIOS yang bagus, semoga komputer anda sembuh. Amin.

2. Copy On The Fly

Langkah ini penulis nilai sangat nekat dan membutuhkan keberanian tersendiri. Langkah ini akan mengisi BIOS pada komputer lain, dengan menukar chipset BIOS pada komputer dalam keadaan komputer menyala.

Caranya :

* Lepaskan chipset BIOS anda
* Pada komputer lain yang memiliki spesifikasi/jenis chipset yang sama, dalam kondisi OFF, kendurkan chipsetnya. Biarkan hanya menempel saja, tidak menancap erat pada tempatnya, yang penting masih terhubung.
* Nyalakan komputer, masuk ke mode REAL DOS (Command Prompt Only).
* Lepaskan chipset BIOSnya dengan hati-hati (awas ilernya netes di motherboard), lalu pasangkan chipset BIOS yang rusak.
* Lakukan langkah upload dengan file BIOS cadangan.
* Cabut chipset BIOS yang sudah diisi ulang tersebut dan pasang kembali chipset BIOS yang asli.

Melalui langkah di atas, kemungkinan besar chipset BIOS sudah sembuh. Semoga.

3. Restore from Diskette

Ini adalah langkah termudah. Tapi sampai saat ini, penulis hanya mengetahui langkah ini hanya berlaku untuk motherboard INTEL dan MSI, entah dengan motherboard yang lain. Di sini ada BIOS cadangan yang berusaha nyari disket kalo BIOS asli rusak.

Langkahnya cukup sederhana, tidak perlu membuka casing sama sekali.

* Buat disket bootable, dengan system operasi Win9x
* Kopikan file AWDFLASH.EXE dan file BIOS.BIN cadangan ke disket.
* Buat file AUTOEXEC.BAT di disket dengan berisi perintah :

AWDFLASH BIOS.BIN /SN /PY /CC /R /LD

* Restart computer.
* BIOS cadangan akan membooting disket tersebut dan akan melakukan recovery dengan sendirinya.

Setelah recovery selesai, maka komputer akan direstart otomatis, dan BIOS anda selamat. Semoga.


Daftar File

Daftar program berikut adalah yang digunakan dalam kegiatan di atas. Penulis kelompokkan berdasarkan versi BIOS.

Anda dapat mencari di Google.com atau masuk ke:

http://www.bengkelprogram.com/halaman-download-.html.

Kalo mau lebih mudah lagi, bawa flashdisk/cd blank/harddisk/disket dan bawa ke kontrakanku (silakan lihat di menu Personal Info).

BIOS Versi 4

Nama Program


Fungsi

AWDFLASH.EXE


Untuk download atau upload file image BIOS.

MODBIN.EXE


Untuk merubah string pada image BIOS, juga untuk mendapatkan file ORIGINAL.TMP, yaitu image BIOS yang tidak terkompres.

CONVERT.EXE


Untuk memanipulasi logo pada file ORIGINAL.TMP

BMP2EPA.EXE


Merubah file BMP menjadi format EPA, juga untuk mengedit file EPA.

CBROM.EXE


Untuk ‘memasukkan’ file EPA ke dalam image BIOS.

BIOS Versi 6

Nama Program


Fungsi

AWDFL789.EXE


Untuk download atau upload file image BIOS. Jika BIOS anda versi 6, gunakan program ini, jangan gunakan AWDFLASH.EXE seperti yang untuk BIOS versi 4.

MODBIN6.EXE


Untuk merubah string pada image BIOS.

CBROM6.EXE


Untuk ‘memasukkan’ file EPA ke dalam image BIOS.

EPACoder.ZIP


Program ini sangat powerfull, kecil, dan juga GRATIS.

Demikian artikel ini penulis susun.

0 komentar:

Poskan Komentar