Kamis, 17 Juni 2010

MEMULAI BELAJAR LINUX




Seorang pemula yang baru mengenal Linux dan mau mempelajarinya, sebagian besar akan bertanya, darimana memulai belajar Linux ? Jika rajin bertanya dan mencari informasi, insyaallah akan kita temukan banyak tips dari internet. Semua dimulai dari sebuah usaha bukan ?
Para pakar Linux telah bicara, begitupun para senior dan para master Linux telah memberi saran-saran kepada para Newbie Linux (termasuk saya tentunya), namun sepertinya kurang afdhal jika tidak menulis berdasarkan pengalaman sendiri.
Baik, darimana memulainya ?
Kenali Linux
Sebelum dicoba, maka dikenal dulu. Setidaknya kita tahu bahwa Linux itu adalah Sistem Operasi yang bersifat free/bebas dari keluarga Unix sama seperti Windows dari keluarga Microsoft Windows dan Mac dari keluarga Mac OS (untuk pemula, sepertinya cukup di defenisikan bahwa Linux itu adalah OS ). Linux memiliki banyak jenis dan aneka rasa (Distro Linux). Untuk mencoba Linux bisa yang “Langsung Install” di Hardisk, bisa juga yang dicoba-coba dulu melalui “CD Live atau USB Live” tanpa di install di Hardisk. Linux bisa dinstall dengan tampilan grafis bisa juga berbasis teks. Jika ingin belajar sejarah linux dan pendirinya…bisa juga.
Pilih Distro yang mudah
Distro Linux ada banyak macam. Sebagai pemula, maka yang efektif adalah memilih distro Linux yang mudah digunakan dan dipelajari. Beberapa diantaranya adalah Ubuntu, Linux Mint, Opensuse dan Fedora, (cukup 4, nanti kebingungan jika disebut banyak-banyak). Setelah menentukan pilihan, maka segeralah mencari CD instalasi Linux yang cocok, bisa pinjam atau copy punya teman, minta CD-nya dari komunitas-komunitas Linux, Download dari Internet atau pesan gratis seperti Ubuntu yang bisa di request dari https://shipit.ubuntu.com/
Jangan Install Sendiri
Mengapa ? Karena banyak kejadian dimana seorang pemula ketika menginstall Linux ia tidak hati-hati dan tidak terlalu paham ketika proses partisi sehingga menghapus data-data yang ada didalam komputernya. Jika cukup di coba melalaui CD Live/USB Live atau sebelumnya telah melakukan backup data, maka tidak masalah. Namun sebaiknya ketika akan menginstall, kita ditemani oleh seorang teman yang sudah mahir install Linux. Bukankah instalasi tidak selalu berjalan lancar ? Maka kita butuh seseorang untuk bertanya. Tapi jika ingin mencoba install sendiri berbekal petunjuk dari internet atau buku-buku, silahkan dan tidak perlu takut. Pengalaman adalah guru yang terbaik, kata orang bijak.
Telusuri isi-nya
Jika Linux adalah Sistem Operasi seperti Windows, maka apa bedanya ? Untuk menjawabnya silahkan telusuri isi-nya ketika telah melakukan penginstalan. Lihat tampilannya, jalankan aplikasi yang ada didalamnya, buka isi file systemnya dan cobalah sistem administrasi dan tool-tool didalamnya. Jangan lupa si “shell konsole” (Aplikasi penterjemah perintah yang menjembatani user dengan sistem operasi) kemudian segera pelajari perintah-perintah dasar Linux dan akan kita termukan bedanya.
Gabung di Komunitas Linux
Di negeri kita sudah banyak pengguna Linux, hampir disetiap ibukota sudah ada komunitas linux-nya. Maka segeralah menjadi bagian dari Komunitas-komunitas tersebut agar bisa belajar dan sharing pengetahuan sesama pengguna Linux. Tak hanya didunia nyata, kesempatan belajar lebih banyak bisa kita dapatkan di dunia maya (internet), join di milis-milis yang membahas Linux, kunjungi blog dan website-website yang membahas tentang Linux. Jika suka dengan sebuah distro Linux tertentu, sekarang sudah banyak komunitas-komunitas yang terbentuk berdasarkan distro, seperti komunitas Ubuntu, komunitas slackware, komunitas fedora, dan sebagainya. Silahkan melakukan penelusuran…
Komitmen
Jika benar ingin berimigrasi dan belajar Linux, maka dibutuhkan komitmen. Jangan cuma hari ini menginstall Linux, besoknya kembali lagi ke OS bajakan. Sedikit demi sedikit, mari kita hindari ketergantungan menggunakan OS dan Software ilegal. Jika ingin mendesain gambar atau foto, maka jangan cari-cari lagi si “Photoshop atau CorelDraw bajakan” namun belajarlah menggunakan aplikasi grafis opensource seperti GIMP. Jika ingin mengetik dan membuat laporan, maka tak usah menggunakan “MS Office bajakan”, tapi belajarlah menggunakan Open Office yang free dan halal. Jadikan Linux sebagai sarana pendidikan agar kita tidak selalu terjerat barang-barang bajakan. Setuju tidak ? Harus setuju dong ! ^__^
Semoga bermanfaat….

0 komentar:

Poskan Komentar